Arsip untuk Kritik

Jalan Rusak Capek Deh!

JALAN RUSAK, CAPEK DEH!!!

1 Maret 2008, siang itu ketika aku pulang ke rumah, disaat kendaraan motor ku pacu melewati jalan menuju rumah tiba-tiba kedua mataku terblalak, kaget. Inikan jalan bulan Pebruari 2008 kemarin yang kulewati, jalan mulus yang baru saja diaspal yang semua orang-orang ditempat desaku senang kalau lewat jalan tersebut, karena jalannya barusan diaspal. Wah! Ternyata jalannya aspalnya rusak berat. Dalam pikiran ku akau tak tahu? Mengapa jalan yang sebulan lalu dalam ingatan ku kelihatan hitam kelam berlapiskan aspal kok kembali keasal semula, alias becek kalau hujan dan super hati-hati kalau lewat jalan itu. Lalu sepeda motor yang ku kendarai hampir dekat dengan desaku, desa ku Namanya Dusun Pengangson Desa Sumberwaru Rt.01 Rw.04 Kecamatan Wringinanom Gresik. Usut punya usut perasaan ingin tahu ku sedikit terungkap, ternyata sebelum aku masuk jalan desaku banyak truk-truk puso yang berukuran besar berjejeran antri bak rakyat miskin antri sembako hilir mudik mengangkut tanah galian. Oh! Ini pasti biang keroknya, pikirku.
Alhamdulillah aku sampai di rumah dengan selamat. Walau melewati jalan yang tidak beraspal lagi. Selama di rumah aku korek informasi mengenai jalan menuju desaku yang telah rusak (rusaknya berkali-kali lho, ngak Cuma satu kali). Dari informasi yang saya dapat , saya mendapatkan informasi kalau Bupati Gresik itu sudah menyetujui penggalian tanah di desaku asal dengan syarat kendaraan truk yang digunakan untuk mengangkut itu truk puso yang ukurannya kecil. Info ini ku peroleh dari kakakku yang pada suatu hari pernah bertamu dan bincang-bincang denga salah satu anggota DPRD yang ada di tetangga desaku. mengenai jalan rusak yang ada di desaku. Sehingga prosedur penggalian tanah dengan menggunakan tru puso berukurn besar itu sudah menyalahi aturan atau prosedur yang direkomendasikan oleh pak bupati. Dari informasai ini saya berikir, mengapa pihak DPRD tahu kalu ini adalah salah prosedur alias nyalahi aturan kok tidak ada tindak lanjutnya. Mbok yo seharusnya seorang anggota DPRD yang notabene wakil rakyat, penampung aspirasi rakyat, pembela rakyat dan lain-lain, ya seharusnya urun rembuk dengan kepala desa atau tokoh masyarakat desaku, ini solusinya bagaimana?. Sehingga selama ini rakyat kecil hanya pasrah dengan keadaan yang ada (seperti itu-tu jalannya rusak) dan tidak hanya dibohongi terus oleh anggota DPR/DPRD, DPD, MPR, PRESIDEN, PEMERINTAH.(apa mereka tidak ingat waktu kampanye, mereka toh yang dicalonkan dan dipilih masyarakat). Sehingga tak ada lagi penguasa semena-mena terhadap rakyat keci. Ah banyak masyarakt kita yang berkurang seratus persen rasaq percaya pada pemerintah pusat ataupun daerah.
Memang sangat ironis sekali Kota Gresik yang ijuluki kota industri, tengok saja kalau tidak percaya di kecamatanku kecamatan wringinanom berjejer puluhan pabrik, kok jalannya rusak, kok jalannya tak pernah terurus oleh pemerintahan gresik pusat. Trus yang menjadi pertanyaan dalam pikiranku selama ini, kemanakah hasil pajak daru puluhan-puluhan pabrik yang ada di wringinanom dan sekitarnya?bahkan didekat desaku ada pabrik yang katanya orang sih pabrik illegal, dulu pabrik tersebut ijinnya untuk pabrik genteng ternyata yang iprouksi adalah oli minyak pelumas, untuk belive it or not ya seharusnya ada pemeriksaan dari apart setempat. Wallahu alam. Dan ironis lagi, wakil bupatinya dari daerah wilayah ku wilayah wringinanom, toh! Tak terlihat membenahi sarana prasarana jalan sepanjang wringinanom dan sekitarnya. Ya, bukannya saya su’udzon tapi lihat sendiri kondisi jalan wringin anom dan desa-desa lainnya ketika hujan, mungkin orang-orang sekitar merasa capek deh? Jalan kok rusak terus.
Inilah cerita jalan desaku mungkin sebagai keritik pada pemerintahan pusat gresik sekaligus nasehat yang seharusnya nasihat seorang pejabat bukan dari penasehat pribadinya, tapi sekali-kali yang menasehati pejabat itu dari rakyat kecil seperti saya. Akhir cerita, cerita nyata ini adalah menyadarkan pada semua pihak supaya menjaga lingkungannya dari kerusakan yang diakibatkan oleh tangan-tangan jahil manusia ingat lah firman Allah: dzoharol fasadu fil bahri wal bir bimakasabat aidinn nas (kalu ngak salah ayatnya seperti itu). Let’s Go Green! Let’s Keep Our Street!

This story from : Rodli Muhsinin, S.S
Warga Pengangson Sumberwaru Rt.01 Rw.04 Wringinanom Gresik 61176
E-mail :rodli_elqorsyai@yahoo.co.id

Komentar bertahan »