b
udaya Barat Telah Merusak Remaja Muslim
REMAJA MUSLIM KOK IKUT MERAYAKAN VALENTINE’S DAY
By: Rod lie much see nine
Setiap tanggal 14 Februari ada momen istimewa bagi para Remaja di berbagai belahan dunia. Mereka punya hajatan besar, yaitu merayakan sebuah hari yang dikenal dengan valentine’s day. Menurut mereka hari valentine adalah hari kasih sayang sehingga harus dirayakan. Peringatan hari kasih sayang dengan kegemerlapannya itu kini telah menjadi budaya dan tradisi “wajib” bagi anak-anak muda.
Karena hari valentine dianggap hari kasih sayang maka tak heran mereka merayakannya dengan berbagai simbol dan pesta yang berkaitan dengan kasih sayang yang ujung-ujungnya bisa menyeret pada prilaku kemaksiatan. Coba bayangkan, gara-gara merayakan valentine ada lomba lama-lama berciuman dihadapan sekian banyak orang. Astaghfirullah. Budaya valentine ria ini sudah merasuki kalangan masyarakat barat maupun timur, tak peduli agamanya apa termasuk Remaja Muslim pun bisa larut dalam pesta ini padahal acara tersebut tidak ada dasarnya dalam agama bahkan bertentangan. Ya kalau sayang-sayangan dalam keluarga, antara suami istri sah-sah saja. Lha ini anak-anak muda yang masih belum menikah pergaulannya melebihi orang-orang yang sudah menikah. Kalau generasi muda Islam dicekoki terus-menerus dengan budaya seperti valentinan ini, bagaimana nasib Islam kedepan. Lantas, kenapa sih Remaja-Remaja Muslim ikut larut dan merayakan valentine’s day?
Beberapa hal yang menyebabkan Remaja Muslim larut dalam valentine’s day:
Pertama, Remaja Muslim tidak tahu latar belakang sejarah valentine’s day yang sebenarnya, sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya.
Kedua, adanya anggapan bahwa valentine’s day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup di era modern.
Ketiga, keroposnya benteng pertahanan keimanan Remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang tidak sesuai dengan tuntunan syari’ah.
Keempat, adanya perasaan lost of identity (kehilangan identitas) dikalangan Remaja Muslim, sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.
Kelima, hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.
Keenam, adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya seks bebas yang semakin ganas. Mungkin masih ada deretan jawaban lain yang bisa diberikan terhadap pertanyaan diatas. Paling tidak jawaban-jawban tersebut sudah bisa mewakili.
Disamping itu, apa yang menimpa Remaja Muslim saat ini merupakan salah satu dampak dari keruntuhan peradaban Islam yang sejak lama berlangsung. Remaja Muslim masa kini buta terhadap peradabannya sendiri, yang diperparang dengan gencarnya serangan budaya barang yang dinilai maju dan modern. Sampai muncul anggapan pokoke semua yang dari barat itu modern. Mereka tidak mampu menyaring budaya yang keliru karena mereka sendiri tidak memahami ajaran Islam dengan baik. Rasa bangga menjadi Islam dan berprilaku Islam semakin menipis.
Lumpuhnya pertahanan remaja muslim terhadap gencarnya serangan budaya lain membuat mereka bertekuk lutut, sami’na wa atho’na dengan budak budaya lain.
Maka sudah saatnya bagi remaja muslim untuk memacu diri melakukan gerilya besar dengan mengusung nilai-nilai islam senhingga dia mampu mengendalikan diri untuk tidak mudah terpancing apalagi larut dengan budaya lain. Generasi muda muslim hendaknya mampu membangun benteng-benteng diri yang sulit ditembus oleh gempuran-gempuran budaya dan tradisi barat yang setiap kali akan mengoyak-ngoyak benteng imnnya.
Remaja Islam, Valentine’s Day dan Cinta
Buku-buku sejarah menjelaskan bahwa valentine’s day
bersambung….


